Apakah Thimerosal Penyebab Autisme ?

Tags: Thimerosal, autisme

Apakah Thimerosal pada vaksin VHB Penyebab Autisme ?

Setiap tahunnya penderita Autisme semakin banyak jumlahnya dan di beberapa negara terdapat kenaikan angka kejadian penderita Autisme yang cukup tajam. Jumlah tersebut di atas sangat mengkhawatirkan mengingat sampai saat ini penyebab autisme masih misterius dan menjadi bahan perdebatan diantara para pakar kesehatan di dunia .

Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Di Amerika Serikat disebutkan autisme terjadi pada 15.000 anak dibawah 15 tahun. Kepustakaan lain menyebutkan angka kejadian autisme 10-20 kasus dalam 10.000 orang, bahkan ada yang mengatakan 1 diantara 1000 anak

Kontroversi yang terjadi akhir-akhir ini berkisar pada kemungkinan hubungan autisme dengan imunisasi anak. Banyak orang tua menolak imunisasi karena mendapatkan informasi bahwa beberapa jenis imunisasi khususnya beberapa kandungan di dalam imunisasi seperti Thimerosal dapat mengakibatkan autisme.


Saline Bernard adalah perawat dan juga orang tua dari seorang penderita Autisme bersama beberapa orang tua penderita Autisme lainnya melakukan pengamatan terhadap imunisasi merkuri. Kemudian mereka bersaksi di depan US House of Representatif (MPR Amerika) bahwa gejala yang diperlihatkan anak autisme hampir sama dengan gejala keracunan merkuri.

Jeane Smith seorang warga negara Amerika bersaksi didepan kongres Amerika : kelainan autis dinegeri ini sudah menjadi epidemi, dia dan banyak orang tua anak penderta autisme percaya bahwa anak mereka yang terkena autisme disebabkan oleh reaksi dari vaksinasi. Sedangkan beberapa orang tua penderita autisme di Indonesia pun berkesaksian bahwa anaknya terkena autisme setelah diberi imunisasi

Pada anak sehat bila menerima merkuri dalam batas toleransi, tidak mengakibatkan gangguan. Melalui metabolisme metalotionin pada tubuh anak, logam berat tersebut dapat dikeluarkan oleh tubuh. Tetapi pada anak Autisme terjadi gangguan metabolisme metalotionin.Kejadian itulah yang menunjukkan bahwa imunisasi yang mengandung thimerosal harus diwaspadai pada anak yang beresiko autisme, tetapi tidak perlu dikawatirkan pada anak normal lainnya. FDA menetapkan peraturan penggunaan thimerosal sebagai bahan pengawet vaksin yang multidosis untuk mencegah bakteri dan jamur.

WHO, dalam rekomendasinya yang terakhir pada bulan Agustus 2003 tetap menetapkan bahwa imunisasi yang mengandung Thimerosal tidak berhubungan dengan terjadinya Autisme. Kandungan yang ada di dalam vaksin adalah etilmerkuri bukan metilmerkuri. Etilmerkuri hanya mempunyai paruh waktu singkat di dalam tubuh, sekitar 1,5 jam, selanjutnya akan dibuang melalui saluran cerna. Sedangkan metilmerkuri lebih lama berada di dalam tubuh.

Selanjutnya mari kita simak bagaimana tanggapan dari seorang dokter berikut ini :

Mohon informasinya mengenai Vaksin Hepatitis B untuk Bayi,
1. Di Indonesia apakah Vaksin Hepatitis B untuk Bayi mengandung Thimerosal ?
2. Apakah Thimerosal menyebabkan Autisme ?

Terima kasih.

-eva-

Jawaban:


Saudari Eva yth,
Berikut jawaban pertanyaan Saudari:

1. Vaksin hepatitis B yang dipasarkan di Indonesia ada yang bebas thimerasol, namun ada juga yang masih mengandung thimerasol dalam jumlah yang sangat kecil (< 0,5 µ¬g). Perlu Saudari ketahui bahwa semua vaksin yang dipasarkan di Indonesia telah mendapat izin edar dari Badan Pengawan Obat dan Makanan setelah dilakukan evaluasi terhadap efektifitas, keamanan, dan mutu vaksin. Evaluasi ini dilakukan terus menerus berdasarkan bukti ilmiah terbaru.

Jurnal Toxicological Sciences melaporkan konsentrasi thimerosal untuk menimbulkan efek toksik adalah antara 405 µg/l - 101 mg/l atau setara dengan kadar merkuri 201 µg/l - 50 mg/l. Sedang bila dihitung rata-rata, bayi berumur 6 bulan mendapat akumulasi paparan merkuri maksimal dari vaksinasi sebesar 32 - 52 µ¬g/kg berat badan. Pada perhitungan lebih rinci, angka ini hampir 4 kali lipat lebih rendah dari batas minimal tersebut.

2. Autisme adalah gangguan perkembangan pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Penyebab kelainan ini bersifat multifaktor. Selain faktor genetik/keturunan, faktor lingkungan juga mempengaruhi. Faktor lingkungan dapat diperoleh baik selama kehamilan maupun setelah anak lahir. Terpapar logam beracun (seperti merkuri/air raksa, timbal hitam) adalah salah satu (bukan satu-satunya) faktor pemicu. Merkuri yang didapat dari lingkungan bisa lebih besar daripada merkuri yang didapat melalui vaksinasi, misalnya yang terdapat pada ikan dan makanan laut lainnya. Saat ini memang ada dugaan bahwa autisme berhubungan dengan thimerosal, namun penelitian yang ada sekarang belum bisa membuktikan bahwa dugaan tersebut dapat dibenarkan atau ditolak.

Memang tidak sedikit orang tua yang anaknya mengalami autisme sangat percaya bahwa autisme anaknya disebabkan imunisasi (bukan hanya hepatitis B, karena yang mengandung thimerosal tidak hanya vaksin hepatitis B, tetapi juga DPT, DT, dan MMR). Berkaitan dengan belum adanya bukti ilmiah yang mendukung, imunisasi tetap diberikan, mengingat manfaatnya lebih besar daripada mudharatnya. Namun, jika ada faktor genetik, misal dalam keluarga terdapat anggota keluarga yang autisme sebaiknya tidak menggunakan vaksin yang mengandung thimerosal, dan tentu saja hindari sumber-sumber logam berat lain seperti seafood dan polusi udara.

Demikian jawaban saya, semoga dapat permasalahan Saudari. Terima kasih atas pertanyaannya.

(dr. Edi Patmini)

Learn more about Autism from the bestseller books below, click the icon to see more detail.

Related Article :




Type somethings in the text box below to begin searching