Hepatitis B, Menyerang Tanpa Pandang Bulu

Tags: Hepatitis B, karsinoma hepatoseluler, Entecavir (ETV), Lamivudine (LVD), Telbivudine

Hepatitis B, Menyerang Tanpa Pandang Bulu

VIRUS Hepatitis B menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Jika tidak segera diobati, maka infeksi penyakit bisa menyebabkan penyakit hati kronis dan mengancam keselamatan jiwa penderitanya. Karena itu, vaksinasi perlu diberikan pada mereka yang belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus tersebut.

Hepatitis B tidak hanya diderita oleh kelompok usia tertentu, melainkan semua usia mulai bayi, remaja, orang dewasa sampai lanjut usia, kata Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Unggul Budihusodo, Selasa (2/9), dalam diskusi terbuka yang diprakarsai Kantor Berita Radio 68H, di Kedai Tempo, Utan Kayu, Jakarta.

Hepatitis B adalah penyakit infeksi pada hati yang disebabkan virus Hepatitis B. Infeksi Hepatitis B kronik atau jangka panjang dapat mengakibatkan kerusakan hati yang parah seperti pengerasan hati atau sirosis dan kanker hati atau karsinoma hepatoseluler yang dapat mengakibatkan kematian. "Proses perjalanan hepatitis B menjadi kronis bisa lebih dari 10 tahun," ujarnya.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Hepatitis B endemik di China dan bagian lain di Asia te rmasuk di Indonesia. Sebagian besar orang di kawasan ini bisa terinfeksi Hepatitis B sejak usia kanak-kanak. Di sejumlah negara di Asia, 8-10 persen populasi orang dewasa mengalami infeksi Hepatitis B kronik. Penyakit hati yang disebabkan Hepatitis B merupakan satu dari tiga penyebab kematian dari kanker pada pria, dan penyebab utama kanker pada perempuan.

Infeksi tersembunyi dari penyakit ini membuat sebagian besar orang merasa sehat dan tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi dan berpotensi untuk menularkan virus tersebut kepada orang lain. Penderita penyakit itu umumnya tidak mengalami gejala tertentu yang khas, dan baru bisa diketahui melalui tes kesehatan. Oleh karena itu, penderita dan kelompok yang memiliki faktor risiko hepatitis B perlu menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Penularan virus ini bisa terjadi melalui transfusi darah, hubungan seks, memakai tato, dan menggunakan jarum suntik secara bergantian yang biasanya dilakukan para pengguna narkoba. Jadi, tidak benar jika ada anggapan bahwa virus Hepatitis B bisa menular melalui keringat. "Bahkan, tidak semua penderita bisa menularkan virus itu melalui hubungan intim dengan pasangannya," kata Unggul.

Penyakit ini, lanjut Unggul, sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan pola hidup sehat, penyuntikan vaksin Hepatitis B dan memeriksakan kesehatan diri secara teratur. Untuk penderita Hepatitis B, kini telah ada empat jenis obat untuk mengatasi Hepatitis B yang terlisensi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) dan tersedia di Indonesia yaitu Entecavir (ETV), Lamivudine (LVD) dan Telbivudine. Untuk harga antivirus lamivudin (3tc hbv) atau entenavir (baraclude) sampe jutaan rupiah per bulan dan sekali minum satu tablet.

Penyeberan Virus Hepatitis B di dunia :

There are 350 million carriers of Hepatitis B worldwide and most of them are concentrated in developing countries. Hepatitis B is a disease of the poor. Sub-Saharan Africa, most of Asia, and the Pacific are hit hardest. The Amazon, southern parts of Eastern Europe, and Central Europe are also affected. In Western Europe and the United States, the prevalence is only 1%. It is estimated that there are 1.2 million carriers in the United States. Most of these individuals are infected during childhood and up to 10% of them become chronically infected. In these regions, liver cancer is one of the top 3 killers of adult males.

High-Risk Populations: Who gets Hepatitis B?

According to the WHO, the populations below are at high-risk of becoming infected with HBV.

  • Infants born to infected mothers
  • young children with high exposure to other children (in daycares, residential camps, etc.) in endemic areas
  • people with sexual/household contact with infected individuals
  • health care workers
  • patients and employees that go to hemodialysis centers often
  • injection drug users that use contaminated needles
  • people who share contaminated medical instruments or dental equipment
  • people providing or accepting acupuncture, tatooing, or piercing with unsterile instruments
  • people who live in or travel to endemic regions
  • participants in heterosexual sex (especially with an infected partner)
  • men who have sex with men ( Homosex)

Keep in mind that 1/3 of patients with hepatitis do not fit in any of these categories. The source of the infection cannot be identified in 35% of HBV cases.

Transmission: How do people get Hepatitis B?

Hepatitis B is transmitted parenterally (through bodily fluids) during blood contamination, sexual contact, breast feeding, or perinatal exposure. Contact with infected blood does not have to be extensive in order for the virus to be transmitted. Levels of virus in the serum of an infected individual can reach very high levels. Therefore, medical personnel are at risk of contracting the virus from their patients from needle sticks and contact with contaminated blood. Infants born to HBeAg-positive mothers (those who have high levels of viral replication) have a 70-90% chance of being born infected. Hepatitis B is 100 times more infectious than HIV.

Perlu diingat penyakit hepatitis B ini 100 kali lebih berbahaya daripada HIV.

Learn more about Hepatitis B from the bestseller books below, click the icon to see more detail.

Related Article :


Type somethings in the text box below to begin searching