Demam Kuning

Tags: demam kuning, yellow fever

Deman Kuning (Yellow Fever)

Yellow fever is a viral disease caused by Flavi virus. In severe cases, viral infections cause high fever, bleeding into the skin, and necrosis (death) of cells in the kidneys and liver. Damage done to the liver from the virus results in severe jaundice which yellows the skin. Hence, the "yellow" in "yellow fever."

Demam kuning adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Flavi virus. Pada kasus-kasus yang parah, infeksi virus menyebabkan demam yang tinggi, perdarahan kedalam kulit, dan necrosis (kematian) dari sel-sel dalam ginjal dan hati. Kerusakan yang dilakukan pada hati dari virus berakibat pada jaundice yang parah yang menguningkan kulit. Makanya, "kuning" dalam "demam kuning."

Today yellow fever is most common in tropical areas of Africa, Brazil and America. The virus of yellow fever is transmitted in most cases by a mosquito bite. In urban settings, yellow fever may be transmitted from person to person by the mosquito Aedes aegypti. In the forest, yellow fever is transmitted from monkeys to humans by mosquitoes which breed in tree holes in the rain forests. The diagnosis of yellow fever is made by observation (observation) or, if necessary, by culturing the virus from blood samples.

Sekarang demam kuning adalah paling umum di area-area tropis dari Afrika, Brasilia dan Amerika. Virus dari demam kuning ditularkan pada kebanyakan kasus-kasus oleh gigitan nyamuk. Pada setting-setting kota, demam kuning mungkin ditularkan dari orang ke orang oleh nyamuk Aedes aegypti. Di hutan, demam kuning ditularkan dari monyet-monyet ke manusia oleh nyamuk-nyamuk yang berkembang biak dalam lubang-lubang pohon di hutan-hutan hujan. Diagnosis dari demam kuning dibuat dengan observasi (pengamatan) atau, jika diperlukan, dengan membiakan virus dari contoh darah.

There is no cure for yellow fever, though antiviral drugs may be tried. Pain relievers non-aspirin, rest, and rehydration with fluids to reduce discomfort . The disease is usually passed within a few weeks.

Tidak ada penyembuhan untuk demam kuning, meskipun obat-obat antivirus mungkin dicoba. Pembebas-pembebas nyeri non-aspirin, istirahat, dan hidrasi kembali dengan cairan-cairan mengurangi ketidaknyamanan. Penyakit biasanya berlalu dalam beberapa minggu.

Yellow fever can be prevented by vaccination. Yellow fever vaccine is a live attenuated virus vaccine. It is recommended for people traveling to or living in tropical areas in the United States, Brazil and Africa where yellow fever occurs.

Demam kuning dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksin demam kuning adalah vaksin virus hidup yang dilemahkan. Di rekomendasikan untuk orang-orang yang berpergian ke atau hidup di area-area tropis di Amerika, Brasilia dan Afrika dimana demam kuning terjadi. 

The vaccine is based on the classic medical research done under Dr.. Walter Reed. When a yellow fever outbreak among American troops in Cuba in 1900, Dr. Reed, a member of the Army Medical Corps, headed a commission of physicians on yellow fever. They found that the fever was transmitted by the Aedes aegypti mosquito which breeds near houses (and also transmit dengue).

Vaksin didasarkan pada penelitian medis klasik yang dilakukan dibawah Dr. Walter Reed. Ketika demam kuning mewabah diantara pasukan-pasukan Amerika di Cuba pada tahun 1900, Dr. Reed, anggota dari the Army Medical Corps, mengepalai komisi dari dokter-dokter pada demam kuning. Mereka menemukan bahwa demam ditularkan oleh nyamuk Aëdes aegypti yang berkembang biak dekat rumah-rumah (dan juga menularkan dengue).

In Brasilia, Disease Yellow fever is a deadly plague. According to the World Health Organization (WHO), Brazil is still included in the disease endemic countries. Since early January 2008, in Brasilia recorded 24 cases of Yellow Fever (Yellow Fever), 3 fatalities.

Di Brasilia, Penyakit Demam kuning merupakan wabah yang mematikan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Brasilia masih termasuk di dalam negara endemis penyakit ini. Sejak awal Januari 2008, di Brasilia tercatat 24 kasus Yellow Fever (Demam Kuning), 3 diantaranya meninggal dunia.

Brasilia Government appealed to anyone who will travel to Brazil for immunized against Yellow Fever, at least 10 days prior to travel as evidenced by the International Certificate of Vaccination yellow fever. Similarly, Brazil's Ministry of Health Technical Memorandum submitted to the Diplomatic Missions and Representative of International Organization in Brasilia, including the Embassy of the Republic of Indonesia.

Pemerintah Brasilia mengimbau kepada siapa saja yang yang akan berkunjung ke Brasilia agar diimunisasi Demam Kuning, minimal 10 hari sebelum melakukan perjalanan yang dibuktikan dengan Sertifikat Internasional Vaksinasi demam kuning. Demikian Nota Teknis Kementerian Kesehatan Brasilia yang disampaikan kepada Misi Diplomatik dan Perwakilan Organisasi Internasional di Brasilia, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Yellow fever vaccination is recommended for all residents and all those who will travel to Brazil over the age of 6 months. Vaccination is not recommended for children younger than 6 months and people with immune system problems due to diseases like neoplasty, AIDS, or infection by HIV. As for the pregnant woman must get permission doctor.

Pemberian vaksinasi Demam Kuning dianjurkan bagi semua penduduk dan semua orang yang akan berkunjung ke Brasilia yang berusia lebih dari 6 bulan. Vaksinasi ini tidak dianjurkan bagi anak yang berusia kurang dari 6 bulan dan orang dengan sistem kekebalan tubuh bermasalah akibat penyakit seperti neoplasty, AIDS, atau infeksi karena HIV. Sedangkan untuk wanita hamil harus mendapat ijin dokter.

Since 2003, the Government of Brazil has implemented the monitoring of outbreaks of diseases spread by animals, including Yellow Fever. The way to perform rapid and accurate detection in monkeys that died in suspicious conditions. With this strategy plus the identification of areas prone to the spread of the virus as well as routine vaccinations to local people, has managed to lose 91% of cases of yellow fever between 2003 - 2007.

Sejak tahun 2003, Pemerintah Brasilia telah menerapkan pengawasan terhadap wabah penyakit yang disebarkan oleh hewan, termasuk Demam Kuning . Caranya dengan melakukan deteksi secara cepat dan tepat pada kera yang mati dalam kondisi mencurigakan. Dengan strategi ini ditambah pengidentifikasian daerah rawan penyebaran virus serta vaksinasi rutin kepada masyarakat setempat, telah berhasil menurunkan 91% kasus Demam kuning antara tahun 2003 – 2007.

Precautions and vaccination has been improved and made especially in the communities in which states are at risk of Yellow Fever. But the possibility of contracting this disease can occur in people who do not live in endemic areas, including foreign tourists and those who visit the forests in Brazil. Therefore, the local Health Ministry recommended yellow fever vaccination for all residents including foreign tourists especially those who will travel to countries and districts in the North and Southwest regions Brasilia, Maranhãodan district in the state of Minas Gerais, southern district of the state of Piaui, West South and the state of Bahia, Espirito Santo State North, North West State of São Paulo and all districts in the West of the State of Parana, Santa Catarina and Rio Grande do Sul.

Kewaspadaan dan vaksinasi telah ditingkatkan dan dilakukan khususnya pada masyarakat di daerah negara-negara bagian yang berisiko terkena Demam Kuning . Namun kemungkinan terjangkit penyakit ini dapat terjadi pada orang yang tidak tinggal di daerah endemis termasuk wisatawan asing dan mereka yang berkunjung ke hutan-hutan di Brasilia. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan setempat menganjurkan vaksinasi Demam kuning bagi seluruh penduduk termasuk wisatawan asing khususnya yang akan berkunjung ke negera bagian dan distrik di wilayah Utara dan Barat Daya Brasilia, distrik di negara bagian Maranhãodan Minas Gerais, distrik di Selatan negara bagian Piaui, Barat dan Selatan negara bagian Bahia, Utara Negara Bagian Espirito Santo, Barat Laut Negara Bagian São Paulo dan seluruh distrik di Barat Negara Bagian Paranã, Santa Catarina dan Rio Grande do Sul.

Learn more about Yellow Fever from this books below
Pelajari mengenai Demam Kuning dari buku-buku di bawah ini

Related Articles :


Type somethings in the text box below to begin searching