Waspadai Cikungunya

Tags: Waspadai Cikungunya, nyamuk cikungunya, antrophod borne viruses, togaviridae

Beware Cikungunya at the End of Rainy Season

Waspadai Cikungunya di Akhir Musim Hujan

 

(30. Juli 2007 jam 15:30) - Contributed by Iwan Rifaldo, SPd. - Last Updated (30. Juli 2007 jam 15:48)

Although both caused by aedes aegypti mosquito, the disease is different cikungunya with dengue fever. However, the disease is equally prevalent in the late rainy season. Cikungunya own disease symptoms similar to flu, but is not accompanied by cough

Meski sama-sama disebabkan nyamuk aedes aegypti, penyakit cikungunya berbeda dengan demam berdarah. Namun, penyakit ini sama-sama mewabah di akhir musim hujan. Penyakit cikungunya sendiri gejalanya mirip dengan flu, tetapi tidak disertai batuk filek.

According to dr. Hengky Indradjaja, dengue fever is more deadly than the disease cikungunya. However wabahnya quickly spread. He himself caused a virus called alphaviruses, which enter the human body through the bite of aedes aegypti mosquito.

Menurut dr. Hengky Indradjaja, penyakit demam berdarah lebih mematikan daripada penyakit cikungunya. Namun wabahnya cepat menyebar. Ia sendiri disebabkan virus yang disebut alphavirus, yang masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.

Explained, cikungunya caused by viruses of group A, antrophod borne viruses, togaviridae family. "Meanwhile, dengue hemorrhagic fever (DHF) are caused by a virus group B antrophod borne viruses"

Dijelaskan, cikungunya disebabkan virus grup A, antrophod borne viruses, famili togaviridae. "Sementara itu, demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus grup B antrophod borne viruses"

This virus comes from Ethiopia, Africa. Began to spread in Southeast Asia mid-19th century. At a certain temperature, mosquito eggs can survive up to several months. However, under normal conditions, a mosquito egg development took nine days. Each finished sucking blood, female mosquitoes lay eggs. A day later, the mosquito that sucks blood back and re-spawn. So forth until the mosquitoes were aged around 10 days.

Virus ini sendiri berasal dari Etiopia, Afrika. Mulai menyebar di Asia Tenggara pertengahan abad ke-19. Pada suhu tertentu, telur nyamuk dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Namun, dalam kondisi normal, perkembangan telur menjadi nyamuk butuh waktu sembilan hari. Setiap habis mengisap darah, nyamuk betina bertelur. Sehari kemudian, nyamuk itu kembali mengisap darah dan kembali bertelur. Demikian seterusnya hingga nyamuk itu berusia sekitar 10 hari.


Mosquitoes are also usually bite during the day, in the house and liked the place a bit dark. At night they beristirhat on objects that are hanging. A favorite nesting place is inside walls, places filled with water, as well as on the surface of the sheltered crystal clear sunlight. Therefore, water reservoirs in the house to be his choice.

Nyamuk ini juga biasanya mengigit pada siang hari, di dalam rumah dan menyukai tempat yang agak gelap. Pada malam hari mereka beristirhat pada benda-benda yang menggantung. Tempat bertelur yang paling disukai adalah dinding bagian dalam, tempat-tempat berisi air, serta pada permukaan jernih yang terlindung sinar matahari. Karena itu, bak penampungan air di dalam rumah menjadi pilihannya.

Cikungunya own transmission occurs after receiving a mosquito bite transmitters. After that, transmitting mosquitoes bite someone else, usually occurs from person to person.
 
Penularan cikungunya sendiri terjadi setelah mendapat gigitan nyamuk penular. Setelah itu, nyamuk penular menggigit orang lain, biasanya terjadi dari orang ke orang.

 

Penyakit ini meninggalkan penderitaan yang berkepanjangan, rasa nyilu dan bengkak di persendian sering muncul saat stamina tubuh menurun. Penderitaan ini dirasakan oleh mereka yang pernah menderita cikungunya hingga berbulan- bulan. Karena disebabkan virus, maka bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh baik, akan cepat sembuh, namun jika tidak, bisa jadi akan terjadi infeksi lain.

Demam cikungunya sering rancu dengan penyakit demam dengue, demam berdarah dengue, dan campak, tetapi gejala nyeri sendi merupakan gejala khas penting penderita demam cikungunya.

 

Gejala yang mengejutkan dari penyakit ini adalah demam tinggi yang datang tiba-tiba. Masa demam bervariasi, berkisar tiga sampai lima hari, tergantung pada kondisi tubuh. Penularan paling potensial terjadi saat penderita mengalami demam. Banyak penderita yang juga merasa mual atau muntah-muntah. Bahkan ada yang mengalami pembesaran kelenjar getah bening di leher. Pada anak-anak, gejalanya lebih ringan dan tidak menampakkan gejala khas.

Learn more about Dengue Fever from this books below
Pelajari mengenai Demam Berdarah dari buku-buku di bawah ini


Related Articles :


Type somethings in the text box below to begin searching