Migraine

Tags: Migraine, sakit kepala, headache, migraine attacks, migraine headache, Food and Drug Association

Migraine



It is predicted that more than 30 million Americans suffer from migraine, with women being affected three times more often than men. This vascular headache is most commonly experienced between the ages of 15 and 55, and 70% to 80% of sufferers have a family history of migraine. Less than half of all migraine sufferers have received a diagnosis of migraine from their healthcare provider. Migraine is often misdiagnosed as sinus headache or tension-type headache

Diperkirakan bahwa lebih dari 30 juta orang America menderita migraine, dengan wanita lebih banyak tiga kali daripada pria. Sakit kepala vascular (berhubungan dengan pembuluh darah) adalah secara umu paling banyak terjadi di antara 15 dan 55 tahun, dan 70% sampai 80% penderitanya memiliki sejarah migraine. Lebih dari setengah penderita migraine telah menerima sebuah diagnosa migraine dari penyedia kesehatan mereka. Migraine sering di salah diagnosa sebagai sakit kepala sinus atau sakit kepala type tekanan darah.



Many factors can trigger migraine attacks, such as alteration of sleep-wake cycle; missing or delaying a meal; medications that cause a swelling of the blood vessels; daily or near daily use of medications designed for relieving headache attacks; bright lights, sunlight, fluorescent lights, TV and movie viewing; certain foods; and excessive noise. Stress and/or underlying depression are important trigger factors that can be diagnosed and treated adequately.

Banyak factor – factor yang dapat menyebabkan serangan migraine, seperti perubahan siklus tidur – bangun, tidak makan atau telat makan, pengobatan dirancang untuk menghilangkan serangan sakit kepala. Faktor – factor lain yang dapat menjadi pemicu adalah cahaya lampu, sinar mataharu, cahaya fluorescent, TV dan nonton film, makanan tertentu dan kebisingan yang berlebihan. Stress dan depresi adalah pemicu penting yang dapat di diagnose dan disembuhkan secara benar.

Migraine characteristics can include:

  • Pain typically on one side of the head
  • Pain has a pulsating or throbbing quality
  • Moderate to intense pain affecting daily activities
  • Nausea or vomiting
  • Sensitivity to light or sound
  • Attacks last four to 72 hours, sometimes longer
  • Visual disturbances or aura
  • Exertion such as climbing stairs makes headache worse

Karakteristik migraine dapat meliputi :

  •           Sakit khususnya pada satu sisi dari kepala
  •       Sakit kepalanya berdenyut
  •           Sakit kepalanya dari ringan sampai hebat sehingga menggangu aktivitas harian
  •       Mual atau muntah-muntah
  •           Sensitif dengan cahaya atau suara
  •           Serangan sakit kepalanya selama 4 sampai 72 jam, kadang lebih lama.
  •           Gangguan penglihatan
  •           Naik tangga sakit kepalanya lebih parah


Approximately one-fifth of migraine sufferers experience aura, the warning associated with migraine, prior to the headache pain. Visual disturbances such as wavy lines, dots or flashing lights and blind spots begin from twenty minutes to one hour before the actual onset of migraine. Some people will have tingling in their arm or face or difficulty speaking. Aura was once thought to be caused by constriction of small arteries supplying specific areas of the brain. Now we know that aura is due to transient changes in the activity of specific nerve cells. Diperkirakan 1/5 dari penderita migraine mengalami gangguan penglihatan, gejala awal migraine, gejala awal sakit kepala. Gangguan penglihatan seperti garis-garis bergelombang, titik – titik atau sinar cahaya kilat dan gelap sesaat mulai dari 20 menit sampai 1 jam sebelum migraine. Beberapa orang mengalami tingling pada tangan mereka atau wajah atau mengalami gangguan bicara. Aura diperkirakan menjadi penyebab menarik pembuluh –pembuluh darah kecil yang mengalir ke daerah tertentu pada otak. Sekarang kita tahubahwa aura disebabkan perubahan pada aktivitas sel saraf tertentu

The pain of migraine is a referred pain that is typically felt around the eye or temple area. Pain can also occur in the face, sinus, jaw or neck area. Once the attack is full-blown, many people will be sensitive to anything touching their head. Activities such as combing their hair or shaving may be painful or unpleasant.

Sakit dari Migraine biasanya di sekitar mata atau daerah pelipis. Sakit juga bisa terjadi pada wajah, sinus, rahang atau daerah leher. Ketika terjadi serangan sakit kepala penuh, kebanyakan orang akan menjadi sensitive samapai menyentuh kepala mereka terasa sakit. Aktivitas seperti menyisir rambut atau bercukur mungkin menjadi sakit dan tidak menyenangkan.

The physical examination of a patient with migraine headache through such as the CT scan and MRI test are useful to confirm the lack of organic causes for the headaches. There is currently no test to confirm the diagnosis of migraine

Pemeriksaan fisik dari pasien migraine sakit kepala melalui CT Scan dan MRI adalah sangat berguna untuk memastikan kekurangan organic penyebab sakit kepala. Sampai saat ini belum ada test yang bisa memastikan diagnose dari migraine.

Treatment

The FDA (Food and Drug Association) has approved four drugs for migraine prevention. These include propranolol (Inderal®), timolol (Blocadren®), topiramate (Topamax®) and divalproex sodium (Depakote®). These have had many years of use and make up the majority of the items considered 'first line' therapy for migraine prevention. Amitriptyline, which is an antidepressant, may also be very effective as a migraine preventive.

Pengobatan

FDA telah menyetujui 4 obat untuk pencegah migraine yaitu :

  • propranolol (Inderal®)
  • timolol (Blocadren®)
  • topiramate (Topamax®)
  • dan divalproex sodium (Depakote®)

Keempat obat ini telah digunakan bertahun-tahun dan terbuat dari bahan utama yang dianggap terapi pencegahan tahap pertama. Amitriptyline, yang merupakan obat anti depressant juga sangat efektif untuk pencegahan migraine.

Types

Migraines are classified according to the symptoms they produce. The two most common types are migraine with aura and migraine without aura.

Some women experience migraine headaches just prior to or during menstruation. These headaches, which are called menstrual migraines, may be related to hormonal changes and often do not occur or lessen during pregnancy. Other women develop migraines for the first time during pregnancy or after menopause.

Beberapa wanita mengalami sakit kepala migraine sebelum atau selama menstruasi. Sakit kepala ini disebut menstrual migraines, mungkin berhubungan dengan perubahan hormone dan sering tidak terjadi selama masa kehamilan. Ada wanita lain yang mengalami migraine pada saat pertama kali kehamilan atau setelah menopause.

Related Articles :


Type somethings in the text box below to begin searching